Supported By :
Kamis, 23 Februari 2012 |
Seni-Budaya0 Komentar  |  172 Pembaca

DAWAI PARADISE NYA DEWA BUDJANA
Ditulis Oleh :Totok Magdiana, Pada Tanggal : 25 - 01 - 2012 | 20:15:33

Seorang pemusik kreatif tak bakal berhenti pada satu tonggak. Dewa Budjana, gitaris kelompok GIGI, di tengah kepadatan manggung bersama GIGI, Trisum dan berbagai proyek lainnya, masih mampu merilis album solo kelimanya yang bertajuk “Dawai in Paradise”.  Album ini diharapkan mampu menyebarkan suara-suara indah layaknya paradise di muka bumi.

"It is my great hope that Dawai can sound like Paradise on Earth," tutur Dewa Budjana, seperti disampaikan Mirna Wijayati dari Bentara Budaya Jakarta kepada Obyektif Cyber Magazine, baru-baru ini. Dengan beberapa judul lagu yang memikat, seperti Gangga (2010), Masa Kecil (2011), Dawaiku (2009), Kromatik Lagi (1991), Backhome (2002), Malacca Bay (2005), Kunang-kunang (1999), Lalu Lintas (1988), Caka 1922 (1997), Rerad Rerod (2001), dan On The Way Home (2005), diharapkan akan dapat menyegarkan penikmatnya.  

Ia tak sekadar memetik gitar namun juga memainkan beberapa instrumen musik lainnya seperti sitar, ukulele, soprano, nylon, steel dan beberapa lagi.  Album “Dawai in Paradise”, seperti sebuah catatan perjalanan spiritual Dawai seorang Dewa Budjana. Karenanya, album ini tak hanya menyuguhkan karya-karya terbaru karyanya, namun  juga merangkum beberapa lagu yang mewakili keempat album solonya sebelumnya, yaitu: Nusa Damai (1997), Gitarku (2000), Samsara(2003), dan Home (2005). 

Dewa Budjana melibatkan beberapa musisi kenamaan Indonesia dan dunia, seperti: Peter Erskine, Dave Carpenter, Howard Levy, Reggie Hamilton, Vinod Gangani, Indra Lesmana, Aminoto Kosin, Sophia Latjuba, Sandy Winarta, Ronald Fristianto (eks. Drumer GIGI), Shadu Rasjidi, Rishanda Singgih, Irsa Destiwi, Saat Syah, Bintang Indrianto, Ade Irawan, dan lain-lain. 

Tak seperti album-album solo Dewa Budjana sebelumnya yang berada di bawah naungan SONY Music Entertainment Indonesia, album “Dawai in Paradise” ini merupakan projek pribadi Dewa Budjana. Ia menjadi Eksekutif Produser, Produser, Komposer, Arranger, Synth Programer/Voice, dan lain sebagainya.   Dewa Budjana mendedikasikan album ini untuk keluarganya tercinta, Borra (Istri Dewa Budjana), Deva dan Dawai (kedua putra Dewa Budjana).

Bentara Pentas Musik “Dawai in Paradise” Dewa Budjana ini diselenggarakan Kamis, 26 Januari 2012 pukul 19.30 WIB, di Bentara Budaya Jakarta. Juga akan diselenggarakan “Klinik Gitar” bersama Dewa Budjana, di hari yang sama, pukul 17.00. Info: Tiwi – 08568827884. (Totok Magdiana).

                                                   -------------------------------------------------------

 

 

 


KOMENTAR

Tidak Ada Komentar

Silahkan isi form dibawah ini untuk mengirim komentar Anda

Nama :


Email :


Isi Pesan :

Komentar maksimal 350 karakter